MALA ORA RENO LIYAN

mala ora reno liyan

Mala Ora Reno Liyan atau drengki merupakan salah satu bentuk penyimpangan laku yang muncul ketika seseorang tidak mampu merasa senang melihat kebahagiaan, keberhasilan, atau kemajuan orang lain.

Keadaan ini membuat keberhasilan sesama justru menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam diri, seolah-olah pencapaian orang lain mengurangi nilai dirinya sendiri. Dalam keadaan yang lebih jauh, seseorang bahkan dapat merasa lebih puas ketika melihat orang lain gagal daripada ketika melihat mereka berhasil.

Drengki tidak selalu tampak dalam bentuk permusuhan yang terbuka, karena kecenderungan ini dapat bersembunyi di balik sikap diam, komentar yang meremehkan, atau rasa senang yang muncul ketika seseorang yang tidak disukai mengalami kegagalan. Oleh karena itu, mengenali drengki membutuhkan kejujuran untuk mengamati gerak cipta sendiri, terutama ketika berhadapan dengan keberhasilan dan kebahagiaan orang lain.

Pengertian Mala Ora Reno Liyan.
Istilah Ora Reno Liyan dapat dipahami sebagai keadaan ketika seseorang tidak ikut merasa senang atas kebaikan, keberhasilan, atau kebahagiaan yang diterima orang lain.

Kebahagiaan orang lain tidak dipandang sebagai sesuatu yang patut disyukuri atau dihargai, melainkan sebagai sesuatu yang dapat membangkitkan rasa tidak nyaman di dalam dirinya.

Keadaan tersebut biasanya berhubungan dengan penilaian terhadap diri sendiri. Ketika seseorang terbiasa mengukur harga dirinya berdasarkan pencapaian orang lain, keberhasilan sesama dapat terasa seperti ancaman. Orang lain memperoleh kedudukan lebih baik, memiliki kehidupan yang lebih berhasil, mendapatkan penghargaan, atau mencapai sesuatu yang belum mampu diraih oleh dirinya, sehingga muncul perasaan bahwa dirinya menjadi lebih rendah.

Dari sinilah drengki dapat tumbuh.
Padahal, keberhasilan orang lain pada dasarnya tidak mengurangi apa pun yang menjadi milik kita. Orang lain dapat memperoleh kebahagiaan tanpa membuat kebahagiaan kita berkurang, dan seseorang dapat mengalami kemajuan tanpa menjadikan kehidupan orang lain mengalami kemunduran. Kesadaran semacam inilah yang perlu ditumbuhkan untuk membersihkan Ora Reno Liyan.

Bagaimana Drengki Tumbuh?
Drengki sering kali tumbuh dari kebiasaan membandingkan diri. Sejak melihat kehidupan orang lain, seseorang dapat mulai mengukur dirinya berdasarkan apa yang dimiliki, dicapai, atau diterima oleh sesamanya. Perbandingan tersebut sebenarnya tidak selalu buruk apabila digunakan sebagai bahan untuk belajar dan memperbaiki diri, tetapi dapat menjadi sumber penyimpangan apabila keberhasilan orang lain justru dianggap sebagai ancaman.

Seseorang mungkin melihat keberhasilan temannya dan bertanya mengapa dirinya belum memperoleh hal yang sama. Jika pertanyaan tersebut diarahkan untuk menemukan pelajaran dan memperbaiki diri, perbandingan dapat menjadi dorongan yang baik. Namun, apabila perbandingan tersebut melahirkan rasa tidak suka terhadap orang yang berhasil, maka cipta mulai bergerak menuju drengki.

Kebiasaan membandingkan diri juga dapat membuat seseorang hanya melihat hasil yang diperoleh orang lain tanpa melihat proses yang telah mereka lalui. Kehidupan orang lain terlihat lebih baik karena yang tampak hanyalah pencapaian akhirnya, sedangkan perjuangan, kegagalan, pengorbanan, dan kesulitan yang berada di belakangnya tidak terlihat.

Jika keadaan tersebut terus dipelihara, seseorang dapat semakin sulit menghargai keberhasilan sesama.

Ciri-Ciri Ora Reno Liyan.
Salah satu tanda drengki adalah munculnya rasa tidak nyaman ketika melihat orang lain memperoleh kebahagiaan atau keberhasilan.
Perasaan tersebut dapat muncul secara spontan, bahkan sebelum seseorang sempat menyadari mengapa dirinya merasa demikian.

Tanda lainnya adalah kecenderungan untuk mengecilkan keberhasilan orang lain. Ketika seseorang mendapatkan pencapaian tertentu, orang yang dikuasai drengki dapat mencari alasan untuk mengatakan bahwa keberhasilan tersebut sebenarnya tidak istimewa, tidak layak dibanggakan, atau terjadi hanya karena keberuntungan.

Drengki juga dapat terlihat melalui rasa puas ketika orang lain mengalami kegagalan. Ketika seseorang yang sebelumnya berhasil kemudian menghadapi kesulitan, muncul perasaan lega atau senang yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai kasih terhadap sesama. Keadaan seperti ini perlu diperhatikan karena menunjukkan bahwa kegagalan orang lain telah menjadi sumber kepuasan pribadi.

Selain itu, drengki dapat mendorong seseorang untuk membicarakan kekurangan orang lain secara berlebihan, menyebarkan penilaian yang merendahkan, atau berusaha mengurangi penghargaan yang diterima seseorang. Semua itu berawal dari cipta yang tidak mampu menerima kenyataan bahwa orang lain dapat memiliki kelebihan dan keberhasilan.

Dampak Drengki terhadap Persaudaraan.
Drengki dapat menjadi salah satu penghalang kuat bagi tumbuhnya persaudaraan. Hubungan antarmanusia membutuhkan kemampuan untuk menghargai kebahagiaan dan keberhasilan sesama, sedangkan drengki justru membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika orang lain mengalami kemajuan.

Jika kecenderungan ini semakin kuat, hubungan yang seharusnya dibangun dengan rasa saling mendukung dapat berubah menjadi persaingan yang tidak sehat.

Keberhasilan seorang teman dianggap sebagai kekalahan diri sendiri, sehingga hubungan tidak lagi didasarkan pada kebersamaan, tetapi pada usaha untuk menentukan siapa yang lebih tinggi.

Dalam lingkungan keluarga, drengki dapat menimbulkan jarak ketika seseorang tidak mampu menerima keberhasilan saudaranya sendiri. Dalam persahabatan, keadaan tersebut dapat menyebabkan seseorang sulit memberikan ucapan selamat dengan tulus.

Dalam kehidupan bersama, drengki dapat berkembang menjadi perselisihan karena seseorang lebih sibuk mempertahankan kedudukan dirinya daripada menghargai keberhasilan orang lain.

Karena itu, membersihkan drengki bukan hanya berguna bagi ketenteraman diri, tetapi juga penting bagi terpeliharanya hubungan yang baik dengan sesama.

Mengapa Keberhasilan Orang Lain Terasa Mengancam?
Perasaan terancam oleh keberhasilan orang lain biasanya muncul karena seseorang menjadikan pencapaian sebagai ukuran harga dirinya. Ketika nilai diri selalu dibandingkan dengan keadaan orang lain, maka setiap keberhasilan orang lain dapat terasa seperti pengurangan terhadap nilai diri sendiri.

Cara pandang seperti ini perlu diperbaiki karena kehidupan manusia tidak memiliki satu ukuran keberhasilan yang berlaku bagi semua orang. Setiap manusia memiliki perjalanan, kemampuan, kesempatan, tanggung jawab, dan keadaan yang berbeda.

Karena itu, membandingkan seluruh kehidupan diri dengan kehidupan orang lain merupakan cara yang tidak tepat untuk menentukan nilai diri.

Keberhasilan seseorang seharusnya dapat dilihat sebagai kenyataan bahwa manusia mampu berkembang melalui usaha dan kesempatan yang dimilikinya. Jika orang lain berhasil, keberhasilan tersebut dapat menjadi bukti bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit ternyata dapat diwujudkan melalui proses tertentu.

Dengan cara pandang seperti itu, keberhasilan orang lain tidak lagi menjadi ancaman, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran.

Membersihkan Mala Ora Reno Liyan.
Membersihkan drengki dilakukan dengan menumbuhkan kemampuan untuk ikut menghargai kebahagiaan dan keberhasilan orang lain. Hal ini tidak berarti seseorang harus berpura-pura merasa senang ketika sebenarnya sedang kecewa. Membersihkan drengki justru dimulai dengan keberanian untuk mengakui bahwa rasa tidak suka tersebut memang ada, kemudian memahami dari mana perasaan itu muncul.

Seseorang dapat bertanya kepada dirinya sendiri mengapa keberhasilan orang lain membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Apakah karena merasa kalah, takut dianggap kurang berhasil, atau karena terlalu sering membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain?

Setelah penyebabnya dikenali, cipta dapat diarahkan untuk melihat keberhasilan orang lain secara lebih jernih. Daripada bertanya mengapa dirinya tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain, seseorang dapat bertanya apa yang dapat dipelajari dari proses yang telah dilalui orang tersebut.

Dengan demikian, perbandingan yang sebelumnya menghasilkan drengki dapat diubah menjadi dorongan untuk memperbaiki diri.

Mengubah Drengki Menjadi Inspirasi.
Keberhasilan orang lain dapat menjadi cermin yang membantu seseorang mengenali kemungkinan yang belum dikembangkan dalam dirinya. Ketika seseorang mampu melihat pencapaian sesama tanpa merasa terancam, ia dapat mengambil pelajaran mengenai ketekunan, kedisiplinan, keberanian, atau cara menghadapi berbagai kesulitan.

Perubahan tersebut tidak berarti bahwa seseorang harus memiliki kehidupan yang sama dengan orang lain. Setiap orang tetap memiliki jalan dan tujuan yang berbeda. Yang dapat diambil adalah nilai dan pelajaran yang sesuai dengan keadaan dirinya.

Kebahagiaan orang lain juga dapat dipandang sebagai sesuatu yang tidak perlu mengurangi kebahagiaan kita. Ketika seorang saudara memperoleh keberhasilan, seorang teman mencapai cita-citanya, atau seseorang mendapatkan kehidupan yang lebih baik, kita tetap memiliki ruang untuk menjalani kehidupan dan mengembangkan diri sendiri.

Kesadaran tersebut membantu cipta keluar dari kebiasaan melihat kehidupan sebagai perlombaan untuk menjadi lebih tinggi daripada orang lain.

Drengki dan Kejernihan Cipta.
Pada akhirnya, Mala Ora Reno Liyan menunjukkan bahwa kejernihan cipta tidak hanya terlihat dari kemampuan seseorang memahami dirinya sendiri, tetapi juga dari kemampuannya melihat keberadaan orang lain tanpa rasa iri dan permusuhan.

Cipta yang jernih mampu mengakui bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Ia tidak merasa terancam oleh keberhasilan orang lain karena memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak otomatis menjadi kegagalan bagi dirinya.

Membersihkan drengki berarti belajar membebaskan diri dari kebiasaan membandingkan kehidupan secara terus-menerus. Ketika seseorang mampu menghargai keberhasilan sesama, ia tidak kehilangan nilai dirinya, melainkan justru memperoleh kesempatan untuk tumbuh dengan lebih sehat.

Keberhasilan orang lain tidak mengurangi nilai kehidupan kita. Kebahagiaan orang lain tidak mengambil kebahagiaan kita. Bahkan, keberhasilan sesama dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperbaiki diri dan mendorong kita agar terus mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri.

Dengan demikian, membersihkan Mala Ora Reno Liyan bukan berarti memaksa diri untuk selalu merasa senang terhadap semua keadaan, tetapi menumbuhkan cipta yang mampu melihat keberhasilan orang lain secara wajar, menghargai kebahagiaan sesama, dan menjadikan pencapaian orang lain sebagai bahan pembelajaran daripada alasan untuk merasa rendah.

FAQ - Mala Ora Reno Liyan.
Apa yang dimaksud dengan Mala Ora Reno Liyan?
Mala Ora Reno Liyan adalah keadaan ketika seseorang tidak mampu merasa senang melihat kebahagiaan, keberhasilan, atau kemajuan orang lain, bahkan dapat merasa puas ketika orang lain mengalami kegagalan.

Apa arti drengki?
Drengki adalah kecenderungan tidak senang melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain, terutama ketika keberhasilan tersebut membuat seseorang merasa dirinya lebih rendah atau kurang berhasil.

Apa penyebab drengki?
Drengki sering tumbuh dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, terutama ketika pencapaian orang lain dijadikan ukuran untuk menentukan nilai diri sendiri.

Apa ciri-ciri orang yang dikuasai drengki?
Ciri-cirinya antara lain merasa tidak nyaman melihat keberhasilan orang lain, mengecilkan pencapaian sesama, sulit memberikan penghargaan dengan tulus, membicarakan kekurangan orang lain, dan merasa puas ketika orang lain mengalami kegagalan.

Apakah merasa iri selalu berarti drengki?
Tidak selalu
Rasa iri dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki diri apabila seseorang menjadikannya bahan untuk belajar dan berkembang. Iri menjadi drengki ketika rasa tersebut berubah menjadi ketidaksenangan terhadap keberhasilan orang lain atau keinginan agar orang lain gagal.

Bagaimana cara membersihkan drengki?
Drengki dapat dibersihkan dengan mengurangi kebiasaan membandingkan diri, menerima kelebihan orang lain, mengenali sumber rasa tidak nyaman dalam diri, serta belajar menjadikan keberhasilan sesama sebagai inspirasi untuk memperbaiki diri.

Apakah keberhasilan orang lain mengurangi nilai diri kita?
Tidak
Setiap manusia memiliki perjalanan dan ukuran keberhasilan yang berbeda. Keberhasilan seseorang tidak menghapus kemampuan, nilai, maupun kesempatan yang dimiliki oleh orang lain.

Mengapa drengki dapat merusak persaudaraan?
Karena drengki membuat keberhasilan sesama dipandang sebagai ancaman sehingga hubungan mudah berubah menjadi persaingan yang tidak sehat, menimbulkan rasa tidak suka, perselisihan, dan berkurangnya kasih terhadap sesama.

**Sumber artikel :
NAWA MALANING CIPTA UTTAMOPADESA  

Komentar